Info Teknologi Keamanan Siber Militer

Awas, Tanggap, Eksekusi

Pentagon Ternyata Kembangkan Robot Anjing dan Laser Ekstrem di Lab Day

image 5 Info Teknologi Keamanan Siber Militer

Ringkasan: Pada 5-6 Mei 2026, Departemen Perang AS (dulu Pentagon/DoD) menggelar Lab Day tahunan dan memamerkan robot anjing bernama MAVERICK CHASER untuk pemetaan 3D, teknologi beam shaping yang membuat laser directed-energy lebih presisi di jarak jauh, serta bakteri pengeras tanah untuk membangun landasan darurat. Semua materi bersumber dari laporan resmi Departemen Perang AS dan liputan lapangan independen.

Apa itu Pentagon Lab Day?

Pentagon Ternyata Kembangkan Robot Anjing dan Laser Ekstrem di Lab Day

Pentagon Lab Day adalah acara tahunan Departemen Perang AS yang mempertemukan ilmuwan dan insinyur dari berbagai laboratorium riset militer untuk memamerkan teknologi eksperimental kepada publik dan pejabat pertahanan. Acara ini pertama kali digelar pada 2015 sebagai bagian dari upaya menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan nyata prajurit di lapangan.

Edisi 2026 berlangsung pada 5-6 Mei di markas Pentagon, Arlington, Virginia, dan menghadirkan peneliti dari Air Force Research Laboratory, Naval Research Laboratory, serta Army Research Office. Tiga teknologi yang paling menyita perhatian adalah robot anjing dengan sistem pemetaan 3D, laser directed-energy dengan jangkauan yang diperluas, dan bakteri rekayasa untuk mengeraskan permukaan tanah.

Mengapa Pentagon Lab Day 2026 Penting untuk Diperhatikan?

Pentagon Ternyata Kembangkan Robot Anjing dan Laser Ekstrem di Lab Day

Lab Day bukan sekadar pameran teknologi — acara ini menjadi indikator arah riset pertahanan AS untuk beberapa tahun ke depan. Emil Michael, wakil menteri perang untuk riset dan rekayasa, membuka acara dengan menekankan efisiensi laboratorium riset departemen. Sementara itu, Joseph Jewell, asisten menteri perang untuk sains dan teknologi, menyebut laboratorium pertahanan sebagai penghubung antara riset akademik murni dan teknologi yang benar-benar dipakai prajurit.

Bagi pengamat pertahanan di Indonesia, ketiga teknologi yang dipamerkan relevan karena mencerminkan tren global: robotika otonom untuk pengintaian, senjata energi terarah sebagai alternatif rudal konvensional, dan material rekayasa untuk logistik militer cepat. Tren serupa juga terlihat pada pengembangan radar berbasis AI untuk prediksi ancaman dan berbagai inovasi drone tempur terbaru yang sama-sama mengandalkan otomatisasi dan sensor cerdas.

Ringkasan Teknologi yang Dipamerkan di Lab Day 2026

TeknologiLaboratorium PengembangFungsi UtamaStatus
Robot anjing MAVERICK CHASERNaval Information Warfare Center Pacific, San DiegoPemetaan 3D dalam ruangan tanpa GPSDemonstrasi lapangan
Laser beam shapingNaval Research LaboratoryMeningkatkan presisi dan jangkauan senjata directed-energyRiset optik lanjutan
Bakteri pengeras tanahAir Force Research LaboratoryMengubah pasir jadi permukaan keras untuk kendaraanUji material

Sumber: Departemen Perang AS (war.gov), 6 Mei 2026.

Robot Anjing CHASER: Bagaimana Cara Kerjanya

Pentagon Ternyata Kembangkan Robot Anjing dan Laser Ekstrem di Lab Day

CHASER — singkatan dari collaborative helper autonomous shipboard exploration robot — adalah sistem pemetaan yang dipasang di atas platform robot anjing berkaki empat. Proyek ini dikembangkan Julian Raheema, ilmuwan robotika dari Reverse Engineering, Science and Technology for Obsolescence, Restoration and Evaluation Laboratory di bawah Naval Information Warfare Center Pacific, San Diego.

Cara kerja sistem ini, berdasarkan penjelasan langsung dari pengembangnya, berlangsung dalam beberapa tahap berikut.

  1. Pemetaan tanpa GPS: Robot memindai ruangan, kapal, atau gua menggunakan sensor onboard, membangun peta 3D secara mandiri tanpa bergantung sinyal satelit.
  2. Navigasi otomatis: Platform robot anjing mampu menaiki dan menuruni tangga, sehingga bisa menjelajahi struktur bertingkat di dalam fasilitas atau kapal.
  3. Transmisi ke operator: Peta yang terbentuk dikirim ke operator manusia yang bisa menavigasi lingkungan tersebut lewat headset.
  4. Anotasi berbasis AI: Sistem secara otomatis menandai objek yang terdeteksi — termasuk orang atau benda mencurigakan — di dalam peta.
  5. Mode mandiri saat komunikasi terputus: Robot bisa dibekali misi yang sudah ditentukan sebelumnya, sehingga tetap beroperasi meski jaringan komunikasi hilang.

Kemampuan robot mengikuti operator tanpa perlu dikendalikan manual menjadikannya alat pengintaian dalam ruangan yang praktis untuk skenario pencarian dan penyelamatan maupun pengintaian taktis. Konsep robot anjing otonom semacam ini sejalan dengan tren global yang juga terlihat pada pengembangan robot bertenaga AI oleh militer China, meski fungsi dan tujuan penggunaannya berbeda.

Laser Directed-Energy: Teknologi Beam Shaping yang Diperkenalkan

Pentagon Ternyata Kembangkan Robot Anjing dan Laser Ekstrem di Lab Day

Riset kedua yang menonjol datang dari Harshil Dave, ilmuwan optik di Naval Research Laboratory. Fokus risetnya adalah mengatasi kelemahan klasik senjata laser: fokus berkas cahaya yang melebar dan kehilangan presisi pada jarak jauh, terutama akibat turbulensi atmosfer.

Solusi yang didemonstrasikan menggunakan susunan optik dan cermin untuk membentuk ulang berkas laser secara real-time. Sistem ini mendeteksi turbulensi udara yang bergerak, lalu mengompensasinya dengan menyuntikkan pola koreksi ke citra laser sehingga berkas tetap fokus pada target. Menurut Dave, teknik ini dirancang untuk meningkatkan jangkauan dan efektivitas sistem senjata energi terarah yang dipasang pada berbagai platform pertahanan.

Pendekatan ini berbeda dari sistem laser pertahanan udara yang sudah lebih dulu dioperasikan negara lain, seperti Iron Beam milik Israel, yang berfokus pada intersepsi roket dan drone jarak pendek. Riset beam shaping Pentagon lebih menyasar perbaikan presisi optik pada jarak yang lebih jauh, bukan pengembangan platform senjata baru dari nol.

Bakteri Pengeras Tanah: Solusi Logistik Cepat di Medan Perang

Pentagon Ternyata Kembangkan Robot Anjing dan Laser Ekstrem di Lab Day

Teknologi ketiga datang dari tim biomaterial Air Force Research Laboratory yang dipimpin Michael S. Carter. Bakteri hasil rekayasa ini dibudidayakan dan diawetkan dalam bentuk bubuk, lalu dicampurkan ke pasir bersama bahan kimia tambahan untuk membentuk kalsium karbonat — proses yang secara alami mengeraskan permukaan tanah hingga bisa dilalui kendaraan berat.

Menurut Carter, target aplikasi teknologi ini mencakup pengerasan cepat area pendaratan pantai untuk operasi logistik laut-ke-darat, landasan pacu darurat, hingga area parkir dan jalan pendukung di sekitar fasilitas militer. Pendekatan berbasis biomaterial ini menawarkan alternatif konstruksi cepat dibanding beton konvensional yang membutuhkan waktu pengerjaan dan rantai pasok material jauh lebih panjang.

Konteks Lebih Luas: Riset Ini dan Ekosistem Teknologi Pertahanan AS

Pentagon Ternyata Kembangkan Robot Anjing dan Laser Ekstrem di Lab Day

Ketiga teknologi ini tidak berdiri sendiri. Robot anjing dengan modul sensor sudah lebih dulu digunakan militer AS untuk tugas patroli dan pengambilan objek berbahaya, sebagaimana didokumentasikan Garda Nasional Udara dalam latihan lapangan di Buckley Space Force Base, Colorado. Sementara riset directed-energy weapon telah menjadi prioritas jangka panjang Departemen Perang AS, sejalan dengan uji coba gabungan laser anti-drone yang pernah dilakukan bersama Federal Aviation Administration untuk mengamankan wilayah udara sipil.

Bagi ekosistem riset pertahanan yang lebih luas, tren otomatisasi berbasis AI seperti yang terlihat di Lab Day juga muncul dalam pembahasan strategi AI militer Indonesia yang kini melampaui sekadar drone, maupun kebutuhan sistem anti-drone berlapis seperti yang dikembangkan Pindad. Pola yang sama — kombinasi robotika, sensor cerdas, dan material rekayasa — menjadi arah umum modernisasi pertahanan di berbagai negara, bukan hanya Amerika Serikat.

Siapa yang Terlibat di Balik Riset Ini?

Pentagon Ternyata Kembangkan Robot Anjing dan Laser Ekstrem di Lab Day
NamaPeranInstitusi
Julian RaheemaIlmuwan robotika, pengembang sistem CHASERNaval Information Warfare Center Pacific
Harshil DaveIlmuwan riset optik, pengembang beam shapingNaval Research Laboratory
Michael S. CarterIlmuwan riset biomaterialAir Force Research Laboratory
Emil MichaelWakil Menteri Perang untuk Riset dan RekayasaDepartemen Perang AS
Joseph JewellAsisten Menteri Perang untuk Sains dan TeknologiDepartemen Perang AS

Sumber: Departemen Perang AS (war.gov), 6 Mei 2026.

FAQ — Pentagon Lab Day 2026

Apa itu Pentagon Lab Day?

Pentagon Lab Day adalah pameran tahunan Departemen Perang AS yang menampilkan proyek riset eksperimental dari laboratorium militer, digelar sejak 2015 untuk menghubungkan riset ilmiah dengan kebutuhan operasional prajurit.

Apa itu robot anjing CHASER?

CHASER adalah sistem pemetaan 3D yang dipasang pada platform robot anjing. Robot ini memetakan ruangan, kapal, atau gua tanpa GPS, lalu mengirim data ke operator manusia dan bisa menandai objek yang terdeteksi menggunakan AI.

Apakah laser Pentagon ini sudah menjadi senjata operasional?

Belum. Berdasarkan laporan resmi, teknologi beam shaping yang didemonstrasikan Naval Research Laboratory masih berada pada tahap riset optik untuk meningkatkan presisi dan jangkauan sistem directed-energy, bukan produk senjata siap pakai.

Untuk apa bakteri pengeras tanah digunakan militer?

Bakteri ini mengubah pasir menjadi permukaan keras mirip beton, ditujukan untuk membangun landasan darurat, area pendaratan pantai, dan jalur logistik militer secara cepat tanpa material konstruksi konvensional.


Ditulis oleh Redaksi biztelegraph, disusun berdasarkan laporan resmi Departemen Perang AS dan liputan independen.