Ringkasan: Crossbow adalah rudal jelajah deep-strike murah buatan MBDA UK yang dipamerkan di DSEI London, September 2025. Jarak tembaknya lebih dari 800 km dengan hulu ledak hingga 300 kg, dan proses pengembangannya hanya butuh tujuh bulan — bukan sembilan bulan seperti banyak judul yang beredar di media sosial.
Apa itu Rudal Jelajah Crossbow MBDA?

Crossbow adalah rudal jelajah jarak jauh bertenaga turbojet yang dikembangkan MBDA UK, juga disebut “One Way Effector Heavy” (OWE Heavy). Rudal ini dirancang untuk menghantam target statis bernilai tinggi di kedalaman wilayah musuh dengan biaya produksi yang ditekan seminimal mungkin.
Crossbow pertama kali diperkenalkan ke publik di pameran pertahanan DSEI UK, London, pada 9–12 September 2025. Kemunculannya mengejutkan banyak pengamat industri karena proyek ini tidak pernah diumumkan sebelumnya.
Mengapa Crossbow Penting bagi Industri Pertahanan 2026?

Krisis di Ukraina mengubah cara negara-negara Eropa memandang rudal jelajah. Alih-alih senjata presisi mahal yang diproduksi dalam jumlah kecil, kebutuhan baru adalah rudal yang murah, mudah diproduksi massal, dan tetap efektif untuk menembus pertahanan udara lapis ganda. Crossbow lahir dari logika itu — MBDA secara terbuka menyebut rancangannya terinspirasi oleh rudal-drone Peklo buatan Ukraina yang diperkenalkan Desember 2024.
CEO MBDA, Eric Beranger, menyebut proyek ini sebagai bukti perusahaan mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan lingkungan ancaman maupun lingkungan pengadaan senjata di Eropa. Kombinasi komponen militer dan komersial siap pakai (“off-the-shelf”) memungkinkan produksi skala besar dimulai secepatnya kuartal kedua (Q2) 2026.
Spesifikasi Teknis: Data yang Terverifikasi dari MBDA
[Data dirangkum dari rilis resmi MBDA dan liputan media penerbangan/pertahanan internasional — bukan first-party milik biztelegraph]
| Spesifikasi | Nilai | Sumber |
|---|---|---|
| Jarak tembak | Lebih dari 800 km (≈430 nm) | MBDA, Flight Global |
| Payload/hulu ledak | Hingga 300 kg | MBDA, Defence Industry Europe |
| Bobot rudal | Sekitar 750 kg | Defence Industry Europe |
| Panjang | 5,3 meter | Defence Industry Europe, SSBCrack |
| Diameter badan | 350 mm | Defence Industry Europe |
| Bentang sayap | 3 meter | Defence Industry Europe |
| Penggerak | Turbojet, kecepatan subsonik tinggi | Flight Global |
| Waktu pengembangan | 7 bulan (desain hingga siap demonstrasi) | MBDA, Defense Express |
| Target produksi massal | Mulai Q2 2026 | MBDA, Flight Global |
Sistem navigasinya menjadi salah satu nilai jual utama. Crossbow memakai navigasi berbasis pengenalan gambar (image-based navigation) yang didukung AI untuk fase tengah dan akhir penerbangan, sehingga tetap bisa mengenai target meski sinyal GNSS/GPS diganggu atau dimatikan musuh — skenario yang makin umum di medan perang modern.
Siapa di Balik Produksi Crossbow?

Crossbow bukan proyek MBDA semata. Untuk menekan biaya dan mempercepat waktu produksi, MBDA UK merangkul jaringan pemasok lintas Eropa:
- PBS Group (Republik Ceko): memasok mesin turbojet.
- Nammo (Norwegia): spesialis hulu ledak/amunisi.
- Modini: produsen drone yang menyumbang keahlian desain badan pesawat tanpa awak.
Peluncur Crossbow dirancang agar bisa dipasang di atas truk standar militer dan dikemas dalam kontainer ISO 20 kaki, sehingga mudah dipindahkan dan disamarkan di lapangan — mirip filosofi peluncur rudal jelajah modern lainnya yang mengandalkan mobilitas tinggi.
Crossbow vs SPEAR Glide: Dua Wajah Strategi Murah MBDA
Bersamaan dengan Crossbow, MBDA juga memperkenalkan SPEAR Glide, versi murah dari keluarga rudal SPEAR yang ditargetkan untuk pesawat tempur generasi keempat seperti Eurofighter Typhoon dan Saab Gripen. Bobotnya sekitar 100 kg dengan panjang 2 meter, dan berbagi teknologi navigasi berbasis gambar yang sama dengan Crossbow.
Perbedaan mendasar keduanya:
- Crossbow = diluncurkan dari darat (truk), jarak jauh (800 km), untuk menghantam target strategis jauh di belakang garis musuh.
- SPEAR Glide = diluncurkan dari udara, jarak lebih pendek, untuk saturasi pertahanan udara musuh dalam jumlah besar.
Kedua sistem ini menggambarkan pergeseran filosofi MBDA: dari senjata presisi mahal bernilai tinggi per unit, ke arah “mass effect” — banyak unit murah yang sulit dihabisi semua oleh pertahanan udara lawan.
Cara Kerja Crossbow — Tahapan Operasional

- Peluncuran: Rudal ditembakkan dari peluncur berbasis truk yang membawa kontainer ISO berisi satu atau dua unit Crossbow.
- Fase jelajah: Mesin turbojet membawa rudal terbang subsonik tinggi menuju target jauh, mengandalkan rute hemat bahan bakar.
- Navigasi tengah penerbangan: Sistem AI berbasis pengenalan gambar mengoreksi jalur meski GNSS terganggu.
- Fase terminal: Rudal mengarah ke koordinat target statis bernilai tinggi — misalnya simpul logistik atau instalasi musuh.
- Hantaman: Payload hingga 300 kg, bisa dipasok MBDA atau diambil dari stok amunisi milik pelanggan sendiri, dikirim ke titik sasaran.
FAQ — Rudal Jelajah Crossbow MBDA
Apa itu rudal Crossbow MBDA?
Crossbow adalah rudal jelajah jarak jauh murah buatan MBDA UK, diluncurkan dari darat, dengan jarak tembak lebih dari 800 km dan hulu ledak hingga 300 kg. Diperkenalkan di DSEI London, September 2025.
Berapa lama waktu pengembangan Crossbow?
Tujuh bulan — dari tahap desain di atas kertas hingga siap didemonstrasikan, menurut keterangan resmi eksekutif MBDA.
Kapan Crossbow mulai diproduksi massal?
MBDA menargetkan produksi skala besar mulai kuartal kedua (Q2) 2026, bergantung pada komitmen pelanggan yang sedang dalam tahap negosiasi.
Apakah Crossbow terkait dengan situasi di Ukraina?
MBDA menyatakan desain Crossbow merespons kebutuhan jenis Ukraina — rudal jarak jauh yang bisa diproduksi massal dengan biaya rendah — dan beberapa laporan menyebut Crossbow berpotensi dikirim ke Ukraina.
Untuk konteks lebih luas soal arah teknologi pertahanan saat ini, baca juga bagaimana radar berbasis AI mulai dipakai memprediksi pergerakan musuh, atau bagaimana Israel mengandalkan sistem laser Iron Beam sebagai pelengkap rudal konvensional. Tren rudal murah seperti Crossbow juga sejalan dengan langkah TNI AU menerima jet tempur Rafale beserta paket senjatanya, mengingat Rafale sendiri membawa rudal-rudal keluarga MBDA seperti Meteor dan MICA. Pembaca yang ingin menelusuri akar industri ini bisa melihat perkembangan teknologi militer Inggris — basis MBDA UK selaku pengembang Crossbow — dan perkembangan teknologi militer Prancis sebagai mitra utama MBDA lintas negara.
Ditulis oleh Tim Redaksi Pertahanan, dengan rujukan rilis resmi MBDA dan liputan Flight Global, Defence Industry Europe, Naval Technology, Defense Express, serta SSBCrack News.












