Singapura membeli 20 jet tempur siluman F-35 beserta perlengkapan terkait dengan nilai kontrak US$4,06 miliar atau lebih dari Rp71 triliun. Armada tersebut terdiri dari 12 F-35B dan delapan F-35A, dengan pesawat pertama dijadwalkan mulai diserahkan pada akhir 2026.
biztelegraph – Singapura bersiap memasuki era baru kekuatan udara dengan mengoperasikan 20 jet tempur siluman F-35 buatan Amerika Serikat. Nilai kontrak pengadaan pesawat beserta perlengkapan terkait mencapai sekitar US$4,06 miliar atau S$5,17 miliar, setara lebih dari Rp71 triliun menggunakan kurs yang diberitakan media Indonesia.
Informasi terbaru mengenai nilai kontrak tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya Kementerian Pertahanan Singapura tidak mempublikasikan total biaya pengadaan 20 pesawat itu. Angka tersebut terungkap dalam laporan pemerintah Amerika Serikat yang diterbitkan pada April dan dibuka untuk publik pada Agustus 2026.
Yang membuat pengadaan ini semakin interesting adalah lokasi penempatan pesawatnya. Dari total 20 F-35, hanya delapan pesawat yang dalam laporan tersebut direncanakan berbasis di Singapura, sementara 12 F-35B akan ditempatkan di Amerika Serikat.
Singapura Beli 20 Jet Tempur Siluman F-35

Singapura sebenarnya tidak membeli 20 F-35 sekaligus dalam satu transaksi. Pengadaan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari modernisasi jangka panjang Republic of Singapore Air Force (RSAF).
Pada 2019, Kementerian Pertahanan Singapura mengumumkan rencana membeli empat F-35B dengan opsi delapan pesawat tambahan. Kesepakatan untuk empat pesawat pertama kemudian ditandatangani pada 2020, sedangkan opsi delapan unit tambahan akhirnya digunakan sehingga total F-35B menjadi 12 unit.
Singapura kemudian mengambil another big move pada 2024 dengan mengumumkan pembelian delapan F-35A. Dengan tambahan tersebut, total pesanan F-35 Singapura menjadi 20 pesawat, terdiri dari 12 F-35B dan delapan F-35A.
Pengadaan ini menjadi salah satu program modernisasi militer paling significant yang dilakukan Singapura. F-35 nantinya menjadi backbone armada tempur masa depan RSAF bersama F-15SG.
Harga 20 F-35 Singapura Tembus Rp71 Triliun
Nilai pengadaan 20 F-35 Singapura akhirnya terungkap ke publik pada 2026. Laporan pemerintah AS menyebut pembelian pesawat dan perlengkapan terkait memiliki nilai sekitar US$4,06 miliar atau S$5,17 miliar.
Jika dikonversikan menggunakan nilai tukar yang digunakan sejumlah media Indonesia pada awal September 2026, nominal tersebut mencapai lebih dari Rp71 triliun. Namun, angka itu bukan sekadar harga badan 20 pesawat karena kontrak juga mencakup perlengkapan terkait.
That’s a huge amount of money. Namun bagi Singapura, investasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang mempertahankan kemampuan angkatan udaranya ketika armada F-16 mulai dipensiunkan.
Pesawat F-35 Pertama Dikirim Akhir 2026
Singapura tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melihat F-35 pertamanya. Kementerian Pertahanan Singapura sebelumnya memastikan pesawat pertama tetap berada di jalur produksi untuk diserahkan pada akhir 2026.
Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing bahkan mengunjungi fasilitas produksi Lockheed Martin di Fort Worth, Texas, pada September 2025. Dalam kunjungan tersebut, ia menandatangani bagian sayap F-35 pertama Singapura yang sedang diproduksi.
Namun, pesawat pertama tersebut tidak akan langsung dikirim ke wilayah Singapura. F-35 itu akan lebih dahulu berada di Amerika Serikat untuk mendukung kebutuhan pelatihan RSAF.
Kenapa 12 F-35 Singapura Justru Ditempatkan di Amerika?
Ini mungkin bagian paling surprising dari pengadaan tersebut. Sebanyak 12 F-35B Singapura dalam laporan terbaru disebut akan berbasis di Ebbing Air National Guard Base, Fort Smith, Arkansas, Amerika Serikat.
Pangkalan tersebut akan menjadi lokasi pelatihan F-35 bagi RSAF. Pilot Singapura akan menjalani pelatihan bersama instruktur Amerika Serikat sekaligus memiliki kesempatan berlatih dan bertukar pengalaman dengan negara-negara pengguna F-35 lainnya.
Jadi, penempatan di AS bukan berarti Singapura membeli pesawat untuk diberikan kepada Amerika. Pesawat tersebut tetap milik Singapura, tetapi penempatannya mendukung training ecosystem yang dibutuhkan untuk mengoperasikan jet tempur generasi kelima.
Delapan F-35A Bakal Berbasis di Tengah Air Base
Berbeda dengan F-35B, delapan F-35A direncanakan ditempatkan di Tengah Air Base, Singapura. Laporan pemerintah AS menyebut pangkalan utama untuk pesawat tersebut ditargetkan siap sekitar kuartal keempat tahun fiskal AS 2029.
Singapura bahkan telah memulai pekerjaan desain untuk fasilitas utama pengoperasian F-35A di Tengah. Infrastruktur khusus dibutuhkan karena mengoperasikan pesawat generasi kelima tidak sama dengan sekadar memarkir jet tempur konvensional di hanggar.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan Singapura memberikan catatan bahwa detail jadwal pengiriman lokal dan penempatan pesawat belum sepenuhnya final. Keputusan akhirnya akan disesuaikan dengan keseluruhan jadwal proyek serta kebutuhan pelatihan RSAF.
Apa Bedanya F-35A dan F-35B?
Singapura sengaja membeli dua varian F-35 karena masing-masing menawarkan capability yang berbeda. F-35A merupakan varian conventional take-off and landing, sedangkan F-35B mempunyai kemampuan Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL).
F-35B dapat lepas landas menggunakan jarak relatif pendek dan melakukan pendaratan vertikal. Kemampuan tersebut memberikan fleksibilitas operasional yang sangat penting bagi Singapura karena negara itu memiliki wilayah daratan dan jumlah pangkalan udara yang terbatas.
Sementara itu, F-35A menawarkan daya jelajah dan kapasitas muatan yang lebih besar. Singapura menilai kombinasi kedua varian akan memberikan operational flexibility yang lebih luas bagi RSAF.
Basically, F-35B unggul dalam fleksibilitas landasan, sementara F-35A memberikan endurance dan payload lebih besar. Mengoperasikan keduanya membuat RSAF tidak terlalu bergantung pada satu karakteristik pesawat.
F-35B Bisa Mendarat Vertikal
Salah satu kemampuan paling iconic dari F-35B adalah vertical landing. Pesawat dapat mendarat di area yang jauh lebih kecil dibandingkan kebutuhan landasan jet tempur konvensional.
F-35B menggunakan mesin F135-PW-600 dan mampu mencapai kecepatan sekitar Mach 1,6. Pesawat tersebut memiliki jangkauan lebih dari 1.667 kilometer dan kapasitas muatan senjata sekitar 6.800 kilogram.
Bagi negara kecil seperti Singapura, kemampuan tersebut menjadi strategic advantage. Jika sebuah landasan utama tidak dapat digunakan, fleksibilitas lepas landas pendek dan pendaratan vertikal membuka lebih banyak opsi operasi.
Teknologi Siluman Jadi Kekuatan Utama F-35
Namun, kemampuan F-35 bukan hanya soal take-off dan landing. Salah satu selling point terbesarnya tentu teknologi stealth atau siluman.
F-35 dirancang menggunakan material penyerap radar dan teknologi low observable untuk mengurangi kemungkinan terdeteksi lawan. Senjata serta bahan bakar tertentu juga dapat dibawa secara internal untuk membantu mempertahankan karakteristik silumannya.
Pesawat ini juga memiliki sensor canggih yang dapat mengumpulkan, menganalisis, dan menggabungkan informasi dari berbagai sumber. Informasi tersebut kemudian dapat dibagikan kepada aset militer lainnya untuk meningkatkan situational awareness.
That’s where F-35 becomes more than just a fighter jet. Pesawat tersebut juga berfungsi sebagai node informasi dalam jaringan pertempuran modern.
Singapura Siapkan F-35 untuk Gantikan F-16
Pembelian 20 F-35 juga berkaitan langsung dengan usia armada F-16 Singapura. Pesawat F-16 RSAF direncanakan mulai dikurangi secara bertahap setelah memasuki masa obsolete pada pertengahan 2030-an.
Singapura sebenarnya sudah melakukan program peningkatan kemampuan terhadap F-16 agar pesawat tersebut tetap relevan selama masa transisi. Namun, upgrade memiliki batas karena usia platform tetap terus bertambah.
F-35 kemudian dipilih sebagai bagian utama dari replacement strategy tersebut. Setelah F-16 dipensiunkan, armada tempur Singapura direncanakan terdiri dari F-35A, F-35B, dan F-15SG.
Singapura Sudah Evaluasi F-35 Sejak 2004
Keputusan membeli F-35 ternyata bukan keputusan mendadak. Singapura telah mengevaluasi program tersebut sejak sekitar 2004, atau sekitar dua dekade sebelum pembelian F-35A diumumkan.
RSAF dan Defence Science and Technology Agency melakukan evaluasi teknis, diskusi dengan produsen serta pengguna F-35, hingga memanfaatkan simulator berakurasi tinggi. Singapura juga mempelajari bagaimana pesawat tersebut dapat diintegrasikan ke sistem pertahanan yang sudah dimiliki.
Proses panjang tersebut menunjukkan pendekatan Singapura terhadap pembelian alutsista. Mereka tidak hanya melihat spesifikasi di atas kertas, tetapi juga mempertimbangkan integrasi dan kebutuhan jangka panjang.
F-35 Bikin RSAF Masuk “Premier League”
Mantan Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen pernah menggunakan istilah menarik ketika menjelaskan dampak F-35 bagi RSAF. Ia mengatakan pengoperasian F-35 akan membawa angkatan udara Singapura masuk ke “premier league”.
Pernyataan tersebut menggambarkan level kemampuan yang ingin dicapai Singapura. F-35 merupakan jet tempur generasi kelima yang menggabungkan teknologi siluman, sensor canggih, kemampuan serang, dan pertukaran data.
Bagi Singapura yang secara geografis sangat kecil, kualitas teknologi menjadi salah satu cara mengompensasi keterbatasan kuantitas dan wilayah. In other words, mereka mencoba mendapatkan force multiplier melalui teknologi.
Singapura Perkuat Militer di Tengah Perubahan Keamanan Kawasan
Pengadaan F-35 merupakan bagian dari strategi modernisasi pertahanan yang lebih luas. Singapura juga telah memutuskan membeli empat pesawat patroli maritim Boeing P-8A untuk menggantikan Fokker 50 yang telah beroperasi sejak 1993.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa modernisasi tidak hanya terjadi di sektor pesawat tempur. Singapura juga memperkuat kemampuan pengawasan maritim dan deteksi ancaman bawah permukaan.
Namun, pembelian alutsista modern tidak otomatis berarti Singapura sedang mempersiapkan konflik dengan negara tertentu. Secara resmi, MINDEF menempatkan modernisasi tersebut dalam kerangka mempertahankan kemampuan SAF dan melindungi wilayah Singapura.
20 Jet F-35 Ubah Peta Kekuatan Udara Singapura
Kehadiran 20 F-35 akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam struktur kekuatan udara Singapura selama beberapa dekade terakhir. Pesawat pertama dijadwalkan diserahkan pada akhir 2026, sementara proses pembangunan fasilitas, pelatihan pilot, dan integrasi sistem akan berlangsung bertahap.
Total armada yang sudah dipesan terdiri dari 12 F-35B dan delapan F-35A, dengan nilai kontrak pesawat dan perlengkapan terkait mencapai sekitar US$4,06 miliar. Sebanyak 12 F-35B akan berbasis di Arkansas untuk mendukung ekosistem pelatihan, sedangkan delapan F-35A direncanakan berada di Tengah Air Base.
Bagi Singapura, pembelian ini bukan sekadar soal memiliki jet tempur paling modern. Bigger picture-nya adalah membangun ekosistem pertahanan udara yang tetap capable ketika F-16 mulai meninggalkan layanan pada pertengahan dekade 2030-an.
Dengan kombinasi F-35A, F-35B, dan F-15SG, RSAF akan memiliki armada dengan karakteristik yang berbeda tetapi saling melengkapi. Untuk negara dengan wilayah sangat kecil, strategi tersebut menunjukkan satu prinsip yang cukup clear: kalau tidak bisa menang dari ukuran, maximize capability dan teknologi.
Referensi
- Ministry of Defence Singapore (MINDEF), 12 September 2025 — Singapura menegaskan komitmen mengakuisisi 20 F-35 dan memastikan pesawat pertama dijadwalkan dikirim pada akhir 2026.
- Ministry of Defence Singapore, 9 Februari 2026 — Penjelasan mengenai jadwal pengiriman lokal dan penempatan F-35 yang masih disesuaikan dengan proyek serta kebutuhan pelatihan.
- The Straits Times, 3 September 2026 — Laporan nilai pengadaan 20 F-35 sebesar US$4,06 miliar serta rencana penempatan pesawat.
- Lianhe Zaobao, 4 September 2026 — Laporan mengenai nilai kontrak, jadwal pengiriman, dan pembagian 12 F-35B serta delapan F-35A.
- MINDEF Singapore, Fact Sheet: F-35B Fighter Aircraft — Spesifikasi dan kemampuan F-35B serta sejarah pengadaan Singapura.
- MINDEF Singapore, 28 Februari 2024 — Pidato Menteri Pertahanan Ng Eng Hen mengenai pembelian delapan F-35A dan rencana armada tempur RSAF.














